Surabaya (Antara Jatim) - Korps Marinir TNI Angkatan Laut menambah sebanyak 163 orang prajurit baru setelah mereka menyelesaikan Pendidikan Pertama Bintara angkatan ke-32 di Komando Pendidikan Marinir, Kobangdikal, Surabaya.

Upacara penutupan pendidikan dipimpin Komandan Kodikmar Kolonel (Mar) Muchammad Sulchan di lapangan apel Kesatrian Ewa Pangalela, Kodikmar, Gunungsari, Surabaya, Jumat, dengan pemasangan baret ungu kepada para prajurit sebagai simbol resmi menjadi warga Korps Marinir.

Hadir dalam upacara penutupan itu, antara lain Wakil Komandan Kodikmar Kolonel (Mar) Lasmono, Komandan Pusat Pendidikan Infanteri Kolonel (Mar) Bambang Sukarno, Komandan Pusdik Artileri Kolonel (Mar) M Supriyatna, Komandan Pusdik Kavaleri Kolonel (Mar) Listyarto, dan Komandan Pusdik Bantuan Tempur Kolonel (Mar) Chaerudin Thayib.

"Saya ucapkan selamat kepada seluruh siswa prajurit yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan kejuruan Marinir selama delapan bulan sejak 17 Desember 2012," kata Kolonel M Sulchan.

Menurut dia, pendidikan kejuruan Marinir sangat berat, karena membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang prima untuk mengikuti berbagai tahapan, mulai teori hingga aplikasi di lapangan, termasuk pendidikan komando.

Sulchan berharap prajurit bintara Marinir sebagai tulang punggung kesatuan mampu menjadi penghubung antara pemimpin dan anak buah, menerjemahkan setiap kebijaksanaan pimpinan dan bertindak sebagai bapak buah bagi para bawahannya.

"Jaga kehormatan dan kewibawaan Korps Marinir dari tindakan negatif yang merugikan masyarakat, bangsa dan negara, dengan menjunjung tinggi sumpah prajurit, Sapta Marga dan Trisila TNI AL, agar Korps Marinir disegani dan dicintai Rakyat," tambahnya.

Sulchan menambahkan seiring kemajuan teknologi dan peralatan militer yang dimiliki Korps Marinir, setiap personel dituntut mempunyai tanggung jawab, kemampuan, ketrampilan teknis, dan wawasan berpikir sesuai dengan bidang tugasnya.

"Ke depan, baik buruknya Korps Marinir sangat tergantung oleh tingkat kemampuan dan profesionalisme dari masing masing pengawak organisasi. Kemampuan prajurit harus diasah dengan belajar, belajar dan terus belajar," tegasnya.

Pada upacara penutupan itu, Sersan Dua (Mar) Muhammad Khoirul Umam Asari ditetapkan sebagai lulusan terbaik Dikmaba kejuruan Marinir angkatan ke-32.

"Alhamdulillah, saya telah menyelesaikan tugas pendidikan ini dengan baik dan terpilih menjadi lulusan terbaik. Predikat ini membuat saya harus lebih sungguh-sungguh, disiplin dan profesional dalam penugasan di lapangan," kata Umam Asari usai upacara penutupan. (*)