Surabaya, (Antara Jatim) - Staf Informasi dan Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya Eko Prasetyo mengingatkan masyarakat pelayaran mewaspadai gelombang tinggi di sejumlah perairan akibat pergerakan angin dari pusat tekanan tinggi di Australia menuju pusat tekanan rendah di Laut China Selatan.

"Saat ini ada perbedaan tekanan udara di Australia yang mencapai 1.034 milibar dan di Laut China selatan sekitar 1.004 milibar. Perbedaan tekanan itu mendorong angin bergerak ke tekanan rendah. Akibatnya, Indonesia yang menjadi landasan pacu, kecepatan anggin dan gelombangnya cukup tinggi," kata Eko Prasetyo, di surabaya, Selasa.

Menurut Magiter Teknik Kelautan dan Magister Manejemen Teknik Lingkungan ini, kecepatan angin di Samudera Hindia lebih dari 65 kilometer/jam, sedangkan di Laut Jawa lebih dari 60 kilometer/jam.

Dampak angin yang berkecepatan tinggi maka sejumlah perairan seperti selatan Jatim, Bali dan Nusa Tenggara tinggi gelombang berkisar 3-5 meter.

Sementara itu, aktivitas sejumlah penyeberangan juga harus waspada karena gelombang cukup tinggi.

Tinggi gelombang perairan di penyeberangan Gresik - Bawean mencapai 2-4 meter, Bawean - Masalembo 3-5 meter, Sapudi - Kangean 2 - 3,5 meter, Selat Madura 2,5 meter, Padangbai - Lembar 2,5 meter, sedangkan Kayangan - Pototano 1,5 meter dan Ujung - Kamal sekitar 0,8 meter.

"Dengan kondisi ini, kami berharap masyarakat yang beraktivitas di sejumlah perairan lebih hati-hati dan waspada," kata Eko Prasetyo menandaskan. (*)