Pamekasan (Antara Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajak kepala seluruh masyarakat Pamekasan agar terus meningkatkan kepedulian dalam berupaya menyelamatkan lingkungan hidup.

"Sebab kurangnya sikap peduli pada lingkungan akan merugikan kita sendiri. Mari terus kita tingkatkan upaya penyelamatan lingkungan hidup dengan berbagai upaya pula," kata Soekarwo, Rabu.

Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan ajakan itu disela-sela acara Pengukuhan Dai-daiyah Keduri Agung Pengabdi Lingkungan (Kapal), dan Pencanangan Gerakan Penyelamatan Sumber Air Kawasan Sumber Taman, Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Pamekasan.

Ia berharap dengan adanya kelompok peduli lingkungan itu nantinya bisa menjadi pemicu dan pemacu semangat masyarakat Pamekasan untuk lebih peduli pada lingkungan.

Sebab menurut dia, seringnya terjadi bencana alam seperti banjir, dan tanah longsor, salah satunya karena kurangnya kesadaran masyarakat melestarikan lingkungan hidup.

Acara pengukuhan paguyuban penyelamat lingkungan di Kecamatan Pakong, Pamekasan itu dihadiri sekitar 5.000 orang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pamekasan yang merupakan kelompok peduli lingkungan.

Menurut Bupati Pamekasan Achmad Syafii kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan hidup akhir-akhir ini cenderung menurun. Penebangan hutan banyak dilakukan, tanpa adanya kegiatan peremajaan, sehingga kondisi itu menyebabkan rawan terjadi banjir.

Disisi lain, masih ada sebagian warga yang melakukan aksi penambangan galian C, baik batu-bata maupun pasir tanpa memperhatikan kondisi lingkungan.

"Kasus tanah ambles yang terjadi di Dusun Pancor, Desa Grujukan, Kecamatan Larangan beberapa waktu lalu, merupakan salah satu contoh, akan kurangnya kesadaran masyarakat akan penyelamatan lingkungan," ucap Syafii.

Ia juga berharap pencanangan gerakan penyelamatan lingkungan itu nantinya bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Madura untuk terus meningkatkan kesadaran hidup dalam melestarikan lingkungan.(*)